Hari Valentine menurut Islam

ggg

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata “Valentine”? Kasih Sayang?  Valentine’s Day sebenarnya, bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor kuffar. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine ? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya? Mari kita bahas untuk mengetahui sejarah tentang  Valentine..

Islam tidak mengenal Valentine’s Day. Secara historis, perayaan ini berasal dari nama tokoh bernama St. Valentine. Orang ini dibunuh oleh kerajaan Romawi sekitar tahun 270 M karena mengajarkan keberanian, kepasrahan, dan keikhlasan. Semula para pengikut St. Valentine memperingati kematiannya dalam upacara keagamaan. Namun beberapa abad kemudian orang-orang Romawi kuno menganggapnya sebagai pesta jamuan kasih sayang.

 

Beberapa versi tentang sejarah Valentine

 

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Cladius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nasrani lalu dia memerintahkan pasukannya untuk menangkap pendeta ini.

 

Dalam versi kedua, Cladius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang dari pada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan �Dari yang tulus cintanya Valentine�. Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nasrani bersama 46 kerabatnya�.

 

Versi ketiga menyebutkan, ketika agama Nasrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para Pendeta Nasrani. Dalam tradisi itu pria-pria desa berkumpul tiap pertengahan bulan Februari. Luperci atau pendeta Lupercus akan berpakaian bulu kambing untuk sebuah upacara berdarah.

 

Para pendeta dari Lupercus, dewa serigala, akan mengorbankan kambing dan seekor anjing dan kemudian melumuri tubuh mereka dengan darah. Setelah tubuh pendeta Lupercus menjadi merah karena dulumuri darah, dia akan berjalan di sekitar bukit Palatine dengan menggunakan tali yang terbuat dari kulit kambing yang dinamai februa. Wanita-wanita akan duduk di sekitar bukit, lalu mereka akan dicambuki dengan tali kulit kambing supaya mereka menjadi subur.

 

Setelah itu Para wanita muda itu berkumpul di kota dan nama mereka dimasukkan ke dalam kotak. Inilah “surat cinta” disebut Billet. Pria-pria Romawi akan mengambil billet, dan wanita yang membuat billet tersebut akan menjadi pasangan seks liarnya, dan dia akan berzina sampai Lupercalia berikutnya atau 14 Februari.

 

Jadi, 14 Februari menjadi hari nafsu seksual yang tak terkendali. Warna “merah” dan “bentuk hati” melambangkan kekudusan untuk hari ini. Bentuk hati yang ada pada perayaan ini bukan bentuk hati atau jantung dari organ tubuh manusia, melainkan bentuk ini melambangkan rahim wanita atau membuka ke kamar persetubuhan yang suci menurut mereka. Mereka juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan ‘dengan nama tuhan Ibu saya kirimkan kepadamu kartu ini’.

 

Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini para pendeta Nasrani memutuskan mengganti kalimat ‘dengan nama tuhan Ibu’ dengan kalimat ‘dengan nama Pendeta Valentine’ sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nasrani.

 

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa VD tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak Akidah muslim dan muslimah, sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan, perjodohan dan kasih sayang. Maka beginilah cara mereka mengartikan Cinta. Lantas bagaimanakah pandangan Islam terhadap perayaan hari valentine ini.***

Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.

Cr : Berbagai Postingan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s