G.A.L.A.U

ggg

Sobat Ikramabi yang kami cintai karena Allah, pernah ngerasa galau? Saya yakin teman-teman semua pernah ngerasain virus remaja yang satu ini. Yaaa.. walaupun Cuma sekali dua kali tiga kali empat kali. Tetap aja namanya G.A.L.A.U!

Akui saja! Bukan orang normal jika tak pernah mengalami hal ini. Keadaan galau emang seriing menimpa para ABG labil. Biasanya, yang bikin galau itu mayoritas karena masalah tugas, cinta atau masalah pertemanan.

Sekarang ini kata ‘galau’ seringkali terlontar dari mulut kalangan muda. Terutama para pengguna jejaring sosial yang berkutat dengan istilah status. Kata galau ini sudah menggurita ke berbagai aspek tanpa tahu pengertian yang lebih detailnya. Nah, Saya mau ngelurusin nih… sebenarnya, galau itu dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya:

Ga-lau, ber-ga-lau adalah sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak karuan (pikiran);

Ke-ga-lau-an adalah sifat (keadaan hal) galau

Rasa galau timbul karena banyak factor, diantaranya:

Social media. Liat aja perilaku ABG sekarang kalo lagi FB-an atau Twitter-an, kerjaannya masang status curhat gak jelaslah, segala hal dikomen dari musykilah gak penting ampe yang genting ckck cape deh…

Kurang teman. Otomatis! Makin banyak teman makin banyak solusi untuk masalah yang kita hadapi. Makin sedikit teman yaa makin dikit juga segala pendapat dan dukungan buat kita.

Kurang ibadah. Nah ini nih factor utamanya. Manusia aneh… udah tau lagi dapet masalah bukannyna minta tolong sama Allah malah makin banyak ngeluh. Siapa lagi tempat bergantung dari semua masalah yang lebih baik daripada Allah yang maha esa?

                Saya  saranin buat kalian yang lagi menderita virus ini banyakin ibadah sama Allah, pilih –pilih pergaulan, juga jangan sering sering menyelami dunia maya karena terlalu banyak mudharatnya gak usahlah curhat gak jelas distatus, ngumbar-ngumbar sesuatu yang sifatnya privasi, terus olahraga dan tidur teratur agar terhindar dari insomnia yang ujung-ujungnya malah stres sendiri.

                Para pembaca yang berbahagia, kegalauan ini bisa menyerang siapa saja tidak hanya kaum muda yang kadang salah mendenifisikan arti galau. Sampai-sampai ada temen dikiiit aja ngeluh, langsung dibuli dan distempel sebagai orang aneh yang kerjanya bermuram durjana. Waah terlalu juga kalo begitu maah. Tapi kalo keseringan jadi orang galau, itupun bukan hal yang wajar. Dan inilah pesan Saya :

“Stay away from GALAU because you will never know how harmful it can be”

                Tapi wajar kok, kita sebagai manusia terkadang menjadi makhluk yang suka bergalau ria. Gak usah takut sesekali menjadi GALAUers karena galau-pun punya makna lain yaitu God Always.

Dikutip dari : Majalah Husnul Khotimah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s