Benarkah Maulid Nabi Bukti Cinta?

maulid

Mereka (Kaum Muslimin) meyakini Maulid sebagai cinta kepada Rasulullah. Benarkah keyakinan ini? Tentu untuk menilai kebenaran sesuatu khususnya yang berkaitan dengan agama islam ini harus berdasarkan dalil al-quran dan sunnah Rasulullah. Tanpa dalil, penilaian itu bisa jadi akan didominasi hawa nafsu.

            Syaikh Shahih Fauzan Hafizhahullah, mengatakan

“ perayaan Maulid termasuk perbuatan bid’ah yang dibuat-buat dalam agama ini “.

Dan perbuatan bid’ah itu akan ditolak dan dikembalikan kepada pelakunya. Rasulullah bersabda, yang berarti “Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam agama ini yang tidak berasal darinya, maka dia tertolak.”

Rasulullah tidak pernah mensyariatkan kepada umatnya agar menghidupkan perayaan Maulid, baik Maulid nabi ataupun Maulid yang lain. Para sahabat tidak pernah melakukan perayaan ini. Perayaan ini baru ada pada masa fathimiyyun. Merekalah yang membawa bid’ah dan khufurat ini dan menyebarkan ditengah kaum muslimin. Kemudian diikuti oleh para penguasa yang tidak mengerti, sehingga akhirnya perayaan ini tersebar dan sering dilakukan. Banyak orang yang mengira ini bagian dari agama dan ibadah. Padahal sebenarnya, dia adalah bid’ah yang bisa menyesatkan dan pelakunya terancam dosa. Ini jika hanya sebatas perayaan dan mengenang sebagaimana klaim mereka.

Tentang cinta kepada baginda Nabi, maka hukumnya fardhu, wajib bagi setiap muslim untuk mencintai Rasulullah melebihi cintanya kepada diri sendiri, kepada anak, orang tua, dan lainnya. Namun, indikasi kecintaan kepada beliau bukan dengan mengadakan perayaan seperti ini. Bukti kecintaan itu adalah mengikuti beliau dan serta mengamalkan ajaran yang beliau bawakan. Allah berfirman, pada Ali-Imran ayat 31:

Katakanlah (wahai Muhammad) “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”

Jadi bukti cinta itu adalah dengan mengikuti, menjadikan beliau sebagai teladan, mengaplikasikan sunnah-sunnah beliau serta meninggalkan larangan beliau. Rasulullah telah melarang umatnya dari perbuatan bid’ah, khurafat, serta syirik yang bisa menyeret kepada perbuatan syirik. Orang-orang yang melanggar larangan ini berarti dia tidak mencintai beliau meskipun mereka mengklaim cinta kepada rasul. Jika benar mereka cinta Rasulullah, meskinya mereka mengikuti Rasulullah, bukan menyelisihinya. Karena orang yang mencintai seseorang mesti dia akan menaati dan mengikuti orang yang dicintainya, bukan menyelisihinya.

One thought on “Benarkah Maulid Nabi Bukti Cinta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s