Mengambil Hikmah

Hidup manusia tak lepas dari peristiwa atau kejadian yang menyenangkan ataupun menyedihkan. Manusia yang memiliki keimanan kepada Allah swt selalu berfikir positif (husnuzhon) atas semua kejadian apapun. Dia meyakini bahwa selalu ada hikmah dibalik peristiwa apapun.

Hikmah senantiasa ada dalam kehidupan manusia. Dimanapun dan kapanpun, suka maupun duka, hikmah selalu ada dan sangat berguna bagi yang mau mengambilnya. Hikmah ibarat hembusan nafas bagi seluruh manusia didunia ini.

Hikmah pada hakekatnya tidaklah benar-benar konkret, wujud diluar alam pikiran manusia. Hikmah hanya ada dalam jiwa manusia yang mau memetiknya. Ditengah suasana apapun, disaat hiruk pikuk keramaian kota, ditepi jurang yang curam, dipuncak gunung yang tinggi, dibelantara rasa yang paling dalam, hikmah selalu memberikan ruang pengendalian diri dan kesadaran bagi setiap hamba Allah yang mau berfikir.

Sungguh tepat sebuah pepatah arab yang mengatakan

“hudzil hikmah walau kharajat min dubur al-kalbi” (ambilah hikmah, walaupun keluar dari dubur anjing).

Inti pepatah tersebut bahwa hikmah selalu elitis dan linear. Ia selalu menyeruak antara deretan peristiwa yang baik maupun yang buruk. Rasulullah saw bersabda:

al-hikmatu dhoollatul mu’min, haitsu wajadaha fahuwa ahaqqu biha (hikmah itu adalah sesuatu yang hilang dari seorang mukmin, dimana pun menemukannya maka dialah yang lebih pantas memilikinya). (HR. at-Tirmidzi)

Seorang mukmin harus bisa mendapatkan hikmah dimanapun dan kapanpun. Seorang mukmin adalah pemilik hikmah. Jika dia kehilangan, maka harus segera menemukannya. Janan sampai seorang mukmin terlepas dari kendali hikmah. Seorang mukmin tidak melihat hikmah datang dari siapa dan dari mana. Walau dari seseorang atau kelompok yang berbeda agama sekalipun, seorang mukmin harus bisa memetiknya.

Sungguh benar sebuah pepatah nenek moyang :

“jika yang keluar itu telur walaupun keluarnya dari dubur ayam, maka ambillah. Tapi walaupun keluarnya dari sinden, jika kotoran, maka tinggalkanlah”.

Sungguh beruntung seorang mukmin yang selalu bisa menemukan hikmah dari setiap apapun. Hikmah mengantarkan pemiliknya kepada kebaikan yang banyak. Allah swt berfirman:

Allah menganugrahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-nya dan barangsiapa yang dianugrahi hikmah, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak dan hanya orang-orang yang barakallah yang dapat mengambil pelajaran (QS. Al-Baqoroh:264)

Salah satu cara supaya seorang muslim selalu bisa mengambil dari semua peristiwa adalah dengan selalu bersyukur atas nikmat sekecil apapun dan bersabar atas musibah sebesar apapun. Rasulullah saw bersabda :

“sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusan bak baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya .” (HR. Imam Muslim)

Yakinilah bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik. Kejadian yang menyenangkan ataupun menyedihkan adalah yang terbaik yang Allah berikan. Allah awt berfirman:

”boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” . (QS. Al-baqoroh :216)

Oleh : Jajang Aisyul Muzakki

Dikutip oleh : Majalah Khusnul Khotimah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s